Semua orang ingin lihat Neymar bermain – Dunga

11-neymar-brasil-copa-america

Pelatih Brasil ini menyesali absennya Neymar setelah larangan empat pertandingan dan juga memastikan bahwa Konferederasi Sepak Bola Brasil (CBF) akan melayangkan banding.

Dunga menggambarkan larangan empat pertandingan Neymar, yang memaksa dia absen di sisa Copa America, sebagai kehilangan yang sangat besar bagi semua orang yang menyukai sepak bola.

Tendangan bintang Barcelona ini terhadap pemain Kolombia Jeison Murillo dan dugaan perilaku tidak menyenangkan terhadap wasit Cile Enrique Osses di lorong pemain setelah pertemuan Grup C hari Rabu malam tersebut memberikannya hukuman keras dari Conmebol, artinya perjalanan Brasil untuk meraih Copa America pertama sejak 2007 justru akan semakin lebih sulit.

Meski absennya Neymar, Dunga enggan menyalahkan tindakan pemainnya ini, malah menyalahkannya pada taktik yang dipakai oileh para pemain Kolombia kepadanya.

“Neymar sosok besar dalam sepak bola,” ungkapnya. “Perhatian kepadanya juga besar. Semua orang yang suka sepak bola ingin melihatnya di atas lapangan – seperti Lionel Messi, Angel Di Maria dan Alexis Sanchez. Dengan dia, permainan jadi lebih baik, dengan kualitas yang lebih.

“Jika setiap dari kita yang membuat kesalahan langsung dihukum, maka tidak akan ada satu orang pun bermain di sini. Kami di sini untuk membuat dia berkembang, tidak untuk mencari kesalahan.”

Brasil membuka perjalanan Copa America mereka dengan kemenangan 2-1 atas Peru sebelum terjebak menghadapi Kolombia di Estadio Monumental. Sebagai favorit Grup, tuan rumah Piala Dunia 2014 ini diharapkan lolos sekarang tetapi Dunga bersikeras harapan belum hilang.

“Keinginan semua orang adalah untuk lolos setelah dua pertandingan, tetapi sepak bola bukan teori, praktek,” ungkapnya. “Saya akan berjalan dalam arah positif: kami punya tim dan syarat untuk lolos.

“Kami tidak akan berjuang hanya dalam pertandingan ini, tapi juga di pertandingan lain. Kami harus dewasa untuk tahu bahwa ketika situasi tidak berjalan baik, kami bisa berubah. Perjalanan belum berakhir karena kami kalah dalam satu pertandingan. Kami hanya perlu menemukan keseimbangan.”