Pelatih Portugal Fernando Santos buka rahasia kalahakan Argentina

11-argentina-copa-america

Portugal merupakan tim terakhir yang mengalahkan tim Argentina asuhan Gerardo Martino dan dia memberikan sejumlah wejangan bagi La Roja untuk bisa mengalahkan mereka di final Copa America.

Bos Portugal Fernando Santos memberikan sejumlah tips kepada Cile terkait cara mengalahkan Argentina di final Copa America nanti.

Pria 60 tahun ini membawa Seleccao menang 1-0 atas tim asuhan Gerardo Martino dalam sebuah pertandingan persahabatan di bulan November 2014 lalu, dengan gol dari Raphael Guerreiro di babak ujung babak kedua sebagai pembeda dalam pertandingan itu.

Sejak saat itu, Argentina menjalani delapan pertandingan tanpa kalah, hanya gagal memenangkan laga pembuka Copa mereka menghadapi Paraguay di La Serena, sementara mereka lolos melewati Kolombia di perempat final lewat adu penalti setelah hasil imbang 0-0.

Menjadi pelatih terakhir yang bisa tampil lebih baik dari raksasa Amerika Selatan ini, dia diminta menyampaikan sarannya terkait bagaimana Cile bisa tampil lebih baik pada gelaran 4 Juli nanti.

“Argentina merupakan lawan yang sangat kuat, mereka punya pemain besar. Untuk bisa menang, anda harus memainkan pertandingan sempurna dan punya sedikit keberuntungan,” ungkap Santos kepada El Mercurio. Dia yakin bahwa kunci memainkan pertandingan sempurna ada pada memfokuskan semua perhatian pada kapten Lionel Messi.

Pemain 28 tahun ini sejauh ini hanya mencetak satu gol di Cile tetapi tampil memukau dalam semi final Argentina menghadapi Paraguay – memberikan tiga assist.

“Anda tidak bisa menjaga Messi satu lawan satu, karena dia satu-satunya yang memberikan masalah. Dia sangat baik sehingga bisa menemukan cara lolos,” ungkap Santos.

“Jauh lebih baik menggunakan zona marking, anda harus mencegah dia menerima bola.”

CIle akan berusaha memenangkan final hari Sabtu nanti untuk mengakhiri penantian 99 tahun mereka akan Copa America. Penantian panjang tersebut tentu akan berakhir manis ditambah mereka saat ini punya keunggulan karena bermain di kandang sendiri.

Di sisi lain, Argentina juga menantikan hal yang sama setelah 22 tahun tanpa trofi satu pun.

Semua orang ingin lihat Neymar bermain – Dunga

11-neymar-brasil-copa-america

Pelatih Brasil ini menyesali absennya Neymar setelah larangan empat pertandingan dan juga memastikan bahwa Konferederasi Sepak Bola Brasil (CBF) akan melayangkan banding.

Dunga menggambarkan larangan empat pertandingan Neymar, yang memaksa dia absen di sisa Copa America, sebagai kehilangan yang sangat besar bagi semua orang yang menyukai sepak bola.

Tendangan bintang Barcelona ini terhadap pemain Kolombia Jeison Murillo dan dugaan perilaku tidak menyenangkan terhadap wasit Cile Enrique Osses di lorong pemain setelah pertemuan Grup C hari Rabu malam tersebut memberikannya hukuman keras dari Conmebol, artinya perjalanan Brasil untuk meraih Copa America pertama sejak 2007 justru akan semakin lebih sulit.

Meski absennya Neymar, Dunga enggan menyalahkan tindakan pemainnya ini, malah menyalahkannya pada taktik yang dipakai oileh para pemain Kolombia kepadanya.

“Neymar sosok besar dalam sepak bola,” ungkapnya. “Perhatian kepadanya juga besar. Semua orang yang suka sepak bola ingin melihatnya di atas lapangan – seperti Lionel Messi, Angel Di Maria dan Alexis Sanchez. Dengan dia, permainan jadi lebih baik, dengan kualitas yang lebih.

“Jika setiap dari kita yang membuat kesalahan langsung dihukum, maka tidak akan ada satu orang pun bermain di sini. Kami di sini untuk membuat dia berkembang, tidak untuk mencari kesalahan.”

Brasil membuka perjalanan Copa America mereka dengan kemenangan 2-1 atas Peru sebelum terjebak menghadapi Kolombia di Estadio Monumental. Sebagai favorit Grup, tuan rumah Piala Dunia 2014 ini diharapkan lolos sekarang tetapi Dunga bersikeras harapan belum hilang.

“Keinginan semua orang adalah untuk lolos setelah dua pertandingan, tetapi sepak bola bukan teori, praktek,” ungkapnya. “Saya akan berjalan dalam arah positif: kami punya tim dan syarat untuk lolos.

“Kami tidak akan berjuang hanya dalam pertandingan ini, tapi juga di pertandingan lain. Kami harus dewasa untuk tahu bahwa ketika situasi tidak berjalan baik, kami bisa berubah. Perjalanan belum berakhir karena kami kalah dalam satu pertandingan. Kami hanya perlu menemukan keseimbangan.”

Radamel Falcao bisa sukses di Chelsea – Jose Pekerman

11-falcao-chelsea-copa-america

Bos Los Cafeteros ini yakin jika pemain 29 tahun ini bisa menemukan kembali penampilan terbaiknya di Stamford Bridge musim depan.

Radamel Falcao dan Juan Cuadrado akan saling membantu satu sama lain untuk berkembang di Chelsea musim depan, menurut pelatih Kolombia Jose Pekerman.

Di pagi hari Selasa, Goal melaporkan bahwa juara Liga Primer ini saat ini nyaris menyepakati kontrak dengan Monaco untuk mendatangkan Falcao ke Stamford Bridge dengan status pinjaman musim depan setelah bos Jose Mourinho bersikeras mendatangkannya.

Ketika di apindah ke London utara pemain 29 tahun ini akan bergabung dengan rekan kompatriotnya Cuadrado, yang bergabung dengan Chelsea dalam transfer 24,8 juta pons bulan Januari lalu tetapi sejauh ini masih belum tampil memukau, belum memberikan gold an tanpa assist dalam 13 penampilan musim lalu.

Falcao melewati kesulitan yang sama saat dipinjamkan di Manchester United musim lalu, hanya mencetak empat gol dalam 29 penampilan di seluruh ajang, tetapi Pekerman bersikeras bahwa dia tidak kuatir tentang bagaimana kedua pemain itu akan berkembang di Stamford Bridge.

“Saya tidak ragu jika mereka [Falcao dan Cuadrado] akan saling membantu di Chelsea dan akan sukses,” ungkapnya kepada wartawan di konferensi pers jelang pertemuan Kolombia dengan Brasil hari Rabu waktu setempatn.

Cuadrado, yang juga ada di konferensi per situ, mengaku dia tidak sabar menunggu untuk bergabungnya Falcao dengan seragam Chelsea musim depan, meski saat ini fokusnya berada total pada Kolombia dalam turnamen di Cile ini.

“Saya sangat senang jika dia bersama kami di Chelsea, tetapi pertama-tama kami masih harus berkonsentrasi pada Copa ini,” ungkapnya.

Meski difavoritkan sebagai tim yang bisa meraih gelar di Cile ini, Kolombia melewati partai pertamanya dengan sangat mengejutkan setelah ditaklukan oleh Venezuela dengan skor 1-0.

Karena hasil itu, pertemuan menghadapi Brasil akan jadi pertandingan hidup mati yang akan menentukan harapan mereka untuk lolos ke babak berikutnya Copa edisi 2015 ini.

Tata Martino kesulitan temukan keseimbangan dalam Argentina

11-tata-martino-argentina-copa-america

Lionel Messi dan kawan-kawan dibuat frustrasi setelah kembangkitan mengejutkan dari Paraguay dan mereka perlu memperbaiki diri untuk bisa mengangkat Copa pertama kalinya sejak 1993.

Hasil ini seharusnya tidak terjadi. Favorit Copa America Argentina terlihat memastikan diri mengemas hasil meyakinkan atas Paraguay setelah unggul 2-0 hari Sabtu lalu, tetapi perubahan di babak kedua memaksa Albiceleste ditahan dengan hasil imbang mengejutkan 2-2 di La Serena. Penilaian harus dilakukan sekarang.

Paraguay memainkan setengah lapangan dengan bertahan di jantung pertahanan, tetapi Argentina nampak lebih tenang ketika Sergio Aguero membuka keunggulan – dan bahkan setelah Lionel Messi membuat hasil 2-0 dari titik putih.

Peluang datang dan muncul untuk gol ketiga dan akhirnya tim asuhan Gerardo Martino harus membayar harga yang mahal ketika Nelson Haedo Valdez berhasil mencuri satu gol di babak kedua dan penyerang kelahiran Argentina Lucas Barrios memberikan gol penyeimbang dramatis di menit akhir untuk mengejutkan seisi stadion.

Pria Argentina lainnya, pelatih Paraguay Ramon Diaz, jadi target bagi sejumlah ejekan dan olok-olok dari pendukung tim seberang, tetapi perubahannya di babak kedua berhasil membangkitkan Rojiblancos dalam pertandingan dan memanfaatkan lengahnya lini tengah Argentina oleh kecepatan para pemainnya.

Ketika Argentina tersingkir dari Copa America 2011 di babak perempat final dalam adu penalti dengan Uruguay, pelatih mereka saat ini Gerardo Martino adalah mantan pelatih Paraguay sepanjang gelaran tersebut dan berhasil membawa Paraguay ke final tanpa memenangkan satu pun pertandingan.

Tim asuhan Tata saat itu mencatatkan tiga hasil imbang di fase grup, sebelum lolos ke final dengan kemenangan dalam adu penalti menghadapi Brasil dan kemudian Venezuela. Hasil itu sangat baik dengan tim yang terbatas seperti Paraguay, tetapi harapan lebih tinggi dengan Argentina dengan lusinan pemain kelas dunia – dan ini bukan suatu hasil yang memuaskan.

Hasil ini tentu belum jadi akhir dunia bagi Argentina yang akan menghadapi Uruguay dan juga Jamaica yang tidak diunggulkan di sisa pertandingan, tetapi memenangkan Grup B sangat penting untuk menghindari pertemuan dini dengan Brasil di babak selanjutnya. Dalam keadaan apa pun, Argentina perlu berusaha lebih baik jika ingin mengklaim Copa America pertama sejak 1993.

 

Newcastle tunjuk Steve McClaren sebagai pelatih baru mereka

11-steve-mclalren-newcastle

Newcastle United telah memastikan bahwa mantan bos Inggris Steve McClaren jadi pelatih baru mereka dalam kontrak berdurasi tiga tahun.

McClaren, 54 tahun, dipecat oleh Derby tanggal 25 Mei lalu setelah membawa the Rams terpelosok dari puncak Championship ke posisi delapan dengan hanya dua kemenangan dari 13 pertandingan terakhir mereka musim ini.

Tetapi the Magpies, yang berhasil lolos dari degradasi setelah menang atas West Ham, telah menaruhkan keyakinan mereka pada McClaren setelah keputusan untuk berpisah dengan manajer caretaker mereka John Carver dan asistennya Steve Stone.

McClare, yang telah menolak tawaran Newcastle tiga kali akhir-akhir ini, telah menandatangani kontrak tiga tahun dengan pilihan perpanjangan jadi lima tahun.

McClaren mengungkapkan bahwa wawancara pemilik Mike Ashley dengan Sky Sports sebelum pertandingan terakhir Newcastle musim ini menghadapi West Ham mempengaruhinya sehingga dia ingin mengambil pekerjaan ini.

McClaren berbicara kepada Sky Sports: “Kuncinya adalah pernyataan yang dia buat sebelum pertandingan West Ham, di mana dia benar-benar menunjukkan hasrat dan kegigihan dan fokus, dan membicarakan tentang tujuan dan apa yang dia ingin capai. dia melakukannya dengan tegas dan yakin. Semua orang diyakinkan – semua orang kembali bersemangat.”

Dan McClaren mengatakan dia senang akhirnya bisa tiba di St James’ Park.

“Saya pindah ke area ini sekitar 15 tahun lalu dan jadi manajer Middlesbrough – dan kemudian saya menyadari betapa besarnya klub Newcastle saat itu,” tambahnya.

“Saya selalu menginginkan tugas ini – selalu. Saya punya dua atau tiga kesempatan, seperti 2004 ketika say amasih di Middlesbrough, bertemu dengan Freddie Shepherd (mantan pemimpin Newcastle).

“Tetapi semuanya adalah tentang waktu di sepak bola dan dulu bukan waktu yang tepat di 2004. Ketika saya di Twente, mereka terdegradasi, ada minat, tetapi sayangnya saya masih di FC Twente dan hanya bertahan satu tahun. Lagi-lagi, waktu, dan loyalitas kepada Twente untuk bertahan.

“Dan kemudian jelas tawaran Januari lalu hilang, di mana lagi-lagi, waktunya tidak tepat. Saya masih punya tugas di Derby.

“Bukan tetang menolak pekerjaan di Newcastle sama sekali. Keadaannya adalah tetap loyal dengan Derby dan itulah yang ingin saya lakukan.”

Aguero sarangkan hat-trick dalam kemenangan Argentina 5-0 Bolivia

11-aguero-argentina-copa-america

Penyerang tajam Manchester City ini mencetak tiga gol ketika tim asuhan Gerardo Martino menenggelamkan tim asuhan Mauricio Soria sekaligus partisipan Copa America 2015.

Sergio Aguero mencetak hat trick internasional pertamanya untuk mengilhami kemenangan 5-0 Argentina atas Bolivia dalam sebuah pertandingan internasional persahabatan hari Sabtu lalu.

Aguero belum pernah mencetak tiga gol dalam satu pertandingan senior internasional sebelum pertandingan di San Juan ini, setelah sebelumnya mencetak dua gol dalam pertandingan menghadapi Kosta Rika dan Bosnia Herzegovina.

Tetapi penyerang ini berhasil memecahkan rekor tersebut dalam pertandingan pemanasan pertama dan satu-satunya Argentina sebelum laga pembuka Copa America pekan depan menghadapi lawan dari Grup B Paraguay tanggal 13 Juni di Cile.

Bintang Manchester City ini mencetak dua gol di babak pertama dan menambah satu gol lainnya setelah turun minum di Estadio San Juan del Bicentenario ketika dia beranjak ke peringkat lima pencetak gol terbanyak Argentina dengan 26 gol – melewati torehan Gonzalo Higuain (23) dan Luis Artime (24).

Angel Di Maria – kapten ketika Lionel Messi absen – mencetak dua gol atas namanya di masing-masing babak untuk membawa raksasa Amerika Selatan ini pada kemenangan ketiganya di banyak pertandingan di 2015.

Argentina benar-benar berada satu kelas di atas Bolivia – yang berada di Grup A bersama tuan rumah Cile, Ekuador dan Meksiko – meski banyak sekali peluang terbuang sia-sia di babak pertama, sebelum Di Maria memberi keunggulan bagi Argentina di menit 25.

Setelah usaha Aguero terbentur tiang gawang di detik-detik awal, Di Maria menerima bola di luar area penalti dan melepaskan tendangan mendatar yang melewati kiper Bolivia Romel Quinonez. Dan Argentina dengan cepat mendapat hasil positif lain berkat dua gol cepat Aguero ketika tim Bolivia tercerai-berai.

Ezequiel Lavezzy dijatuhkan oleh Sebastian Gamarra di area penalti di menit 28 dan Aguero mengeksekusi penalti tanpa kesalahan.

Aguero lagi-lagi mencetak gol 60 detik kemudian, saat menyontek bola yang melewati Quinonez menyambut umpan Di Maria.

Kiper Argentina Sergio Romero tidak bisa melanjutkan pertandingan di babak kedua, diganti oleh Nahuel Guzman setelah menderita cidera di lututnya sebelum turun minum.

Aguero mencetak hattrick di menit 51 dan laga tersebut ditutup dengan gol Di Maria dari titik putih.